100 Kader Posyandu Dilatih "Bercerita Bijak" untuk Genjot Cakupan Imunisasi di Kota Cirebon
Cirebon, 6 Agustus 2026 — Dinas Kesehatan Kota Cirebon menyelenggarakan Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat bertema “Kader Kesehatan Hebat: Bercerita Bijak, Cakupan Imunisasi Melonjak” di Auditorium Gedung A Kampus IV Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (FK UGJ) Cirebon. Kegiatan ini diikuti oleh 100 kader Posyandu bidang kesehatan yang mewakili 22 kelurahan se-Kota Cirebon, sebagai bagian dari upaya mempercepat penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Immunity Gap Masih Jadi Tantangan

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon dr. Hj. Siti Maria Listiawaty, MM menyampaikan bahwa status KLB campak yang ditetapkan sejak 20 Februari 2026 hingga kini belum dapat dicabut. Hal ini disebabkan rantai penularan di masyarakat yang masih aktif, sementara cakupan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubella belum mencapai 95%, yakni cakupan minimal yang menurut standar WHO diperlukan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap campak.
Dari total sasaran ORI Campak-Rubella untuk anak usia 9 bulan hingga kurang dari 13 tahun sebanyak 38.730 anak, capaian di Kota Cirebon baru mencapai 32.893 anak atau 84,9% — masih terdapat kesenjangan sekitar 10,1% dari target tersebut. Ditambah lagi, ditemukannya kasus positif pertusis di Kelurahan Kecapi yang juga berpotensi KLB. Penyakit campak dan pertusis merupakan penyakit menular berbahaya yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Kader kesehatan/posyandu merupakan bagian integral dari masyarakat yang memiliki ikatan emosional dan kualitatif/kultural yang sangat kuat dengan warga setempat,
ujar Kadinkes dalam sambutannya, seraya menekankan bahwa pendekatan persuasif dan edukatif dari kader cenderung lebih mudah diterima masyarakat dibandingkan pendekatan formal.
Belajar Teknik Bercerita dari Forum KAP Jakarta

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini menghadirkan narasumber dari Forum Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Jakarta, Endah Ramadhinie, S.Kom, MKM, M.Psi, yang juga pengurus dan pelatih di Forum KAP. Para kader dibekali materi “Bercerita Tentang Imunisasi” yang disampaikan dalam dua sesi belajar dan praktik, dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab.

Metode yang diajarkan mengedepankan komunikasi antarpribadi (KAP) melalui tiga prinsip utama: membangun keakraban tanpa memaksa, saling mendengarkan cerita dan kekhawatiran warga, serta mengunci komitmen orang tua secara halus — bukan sekadar menerima jawaban “iya” begitu saja, melainkan memastikan pemahaman, keteguhan, dan rencana tindakan yang konkret.

Para kader juga dilatih menggunakan perumpamaan sederhana, misalnya kisah “pendekar dalam tubuh anak” yang perlu berlatih menghadapi lawan tanding (vaksin) agar mampu mengalahkan bibit penyakit sesungguhnya. Perumpamaan ini dipakai untuk menjelaskan berbagai kekhawatiran umum orang tua, mulai dari demam pascaimunisasi, keraguan soal kehalalan vaksin, anggapan bahwa gizi dan ASI eksklusif sudah cukup, hingga pertanyaan mengapa imunisasi perlu diberikan berulang dan dalam beberapa jenis sekaligus. Sesi pelatihan turut diperkaya dengan bermain peran (role-play) untuk melatih kader menghadapi penolakan atau keraguan orang tua secara langsung.
Kader Sepakat Bergerak Bersama

Sebagai tindak lanjut kegiatan, seluruh kader yang hadir menyepakati komitmen bersama untuk ditindaklanjuti di wilayah masing-masing, yakni aktif menyampaikan pentingnya imunisasi melalui cerita sederhana di berbagai kesempatan warga (hari buka Posyandu, arisan, pengajian), meluruskan kekhawatiran orang tua dengan penjelasan yang tepat dan melibatkan tokoh masyarakat/agama bila diperlukan, melakukan kunjungan rumah bersama RT/RW dan kader Dasawisma ke balita yang belum diimunisasi, menggerakkan warga lewat pengumuman mushola dan grup WhatsApp RT/RW, serta rutin mencatat dan melaporkan capaian maupun kendala imunisasi kepada petugas kesehatan di puskesmas pembantu (Pustu) atau puskesmas setempat.

Dinas Kesehatan Kota Cirebon berharap melalui kegiatan ini, para kader dapat menjadi agent of change yang mampu meluruskan mitos dan hoaks seputar imunisasi, sekaligus memperkuat sinergi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan kader Posyandu demi mempercepat pencapaian target imunisasi serta pencabutan status KLB campak di Kota Cirebon.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Dinas Kesehatan Kota Cirebon.




