Berita

Pelaksanaan Kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela Kota Cirebon Tahun 2026

23 Februari 2026
DINAS KESEHATAN
1.532
Bagikan ke
Pelaksanaan Kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela Kota Cirebon Tahun 2026

Pelaksanaan Kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela Kota Cirebon Tahun 2026 

Gambar

Dalam rangka pengendalian dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kota Cirebon, maka dilakukan suatu upaya respon dengan pemberian imunisasi atau Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela sebagai langkah cepat untuk memutus rantai penularan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti campak serta meningkatkan kekebalan individu dan kelompok (herd immunity) pada masyarakat.  

Sebelum kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela Kota Cirebon dilaksanakan, maka terlebih dahulu dilakukan beberapa tahapan kegiatan yaitu:

1.   Melakukan Kajian Epidemiologi untuk Menentukan Luas Wilayah ORI Campak-Rubela

Kajian epidemiologi yang dilakukan dalam menentukan luas wilayah dalam pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela di Kota Cirebon memperhatikan beberapa faktor risiko yaitu :

1)   Wilayah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.

Secara definisi operasional KLB Campak, suatu wilayah ditetapkan sebagai KLB Campak apabila ditemukan minimal 2 kasus konfirmasi campak secara laboratorium dan adanya hubungan secara epidemiologi.

2)  Adanya mobilitas penduduk dari dan ke wilayah terdampak Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak;

3)  Rata-rata cakupan Imunisasi Campak-Rubela (Imunisasi bayi, baduta, BIAS & BIAN) dalam 3-5 tahun terakhir <80%.

2.  Melakukan Survei Cepat Komunitas (SCK)

Survei Cepat Komunitas (SCK) merupakan suatu survei cepat untuk mencari anak yang belum diimunisasi dan mengetahui alasan tidak diimunisasi, sekaligus menilai apakah cakupan imunisasi sudah sesuai dengan yang dilaporkan serta untuk menemukan kasus suspek campak tambahan dengan mengunjungi 20 rumah yang memiliki anak usia 9 bulan s.d <16 tahun.

3.  Melakukan Kajian Epidemiologi untuk Menentukan Kelompok Usia Sasaran ORI Campak-Rubela

Kajian epidemiologi yang dilakukan dalam menentukan kelompok usia sasaran dalam pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela di Kota Cirebon memperhatikan beberapa faktor risiko yaitu :

 1) Attack Rate (AR) kasus campak-rubela per kelompok usia > Attack Rate (AR) rata-rata kasus campak rubela di Kota Cirebon;

 2) Hasil cakupan Imunisasi Campak-Rubela yang didapat pada kegiatan Survei Cepat Komunitas (SCK) dengan mengunjungi 20

      rumah yang memiliki anak usia 9 bulan s.d <16 tahun kurang dari 80%.

Berdasarkan hasil kajian epidemiologi dalam penentuan luas wilayah pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela di Kota Cirebon, didapatkan hasil bahwa 16 dari 22 wilayah kerja puskesmas/kelurahan yang ada di Kota Cirebon akan melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela yaitu :

  1. Puskesmas Kejaksan (Kelurahan Kesenden)
  2. Puskesmas Pamitran (Kelurahan Kejaksan)
  3. Puskesmas Jl. Kembang (Kelurahan Sukapura)
  4. Puskesmas Nelayan (Kelurahan Kebonbaru)
  5. Puskesmas Gunungsari (Kelurahan Pekiringan)
  6. Puskesmas Sunyaragi (Kelurahan Sunyaragi)
  7. Puskesmas Jagasatru (Kelurahan Jagasatru)
  8. Puskesmas Pulasaren (Kelurahan Pulasaren)
  9. Puskesmas Pekalangan (Kelurahan Pekalangan)
  10. Puskesmas Cangkol (Kelurahan Lemahwungkuk)
  11. Puskesmas Pegambiran (Kelurahan Pegambiran)
  12. Puskesmas Kesunean (Kelurahan Kesepuhan)
  13. Puskesmas Larangan (Kelurahan Kecapi)
  14. Puskesmas Perumnas Utara (Kelurahan Larangan)
  15. Puskesmas Sitopeng (Kelurahan Argasunya)
  16. Puskesmas Kalijaga Permai (Kelurahan Kalijaga)

Sedangkan berdasarkan hasil kajian epidemiologi dalam penentuan kelompok usia sasaran Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela di Kota Cirebon didapatkan hasil bahwa terdapat 4 (empat) kelompok usia yang akan menjadi sasaran Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela di Kota Cirebon yaitu :

  1. Usia 9 s.d <18 bulan;
  2. Usia 18 s.d <59 bulan;
  3. Usia 5 s.d <7 tahun;
  4.  Usia 7 s.d <13 tahun.

Gambar

Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela Kota Cirebon dimulai pada tanggal 22 Januari sampai dengan 14 Februari 2026 dan dilaksanakan di Pos Layanan Imunisasi (Puskesmas, Posyandu) serta di Sekolah (PAUD/RA/TK/SD/MI/SMP/MTs). Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta dukungan lintas program dan lintas sektor terkait.


Gambar

Selama periode pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar dengan tetap memperhatikan standar prosedur operasional imunisasi, pencatatan dan pelaporan, serta pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kota Cirebon untuk memastikan mutu pelayanan serta pencapaian target cakupan imunisasi ORI Campak-Rubela.

Dengan terlaksananya kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela di Kota Cirebon, diharapkan terjadi peningkatan kekebalan masyarakat terhadap penyakit Campak-Rubela sehingga dapat menurunkan risiko penularan serta mencegah terjadinya kasus baru di wilayah Kota Cirebon. 


GambarGambarGambarGambarGambarGambarGambar



Bagikan ke
Hari Jadi Kota Cirebon ke-599