Sosialisasi Dan Koordinasi Join Risk Assessment (JRA) Kota Cirebon
Sosialisasi Dan Koordinasi Join Risk Assessment (JRA) Kota Cirebon

Senin, tanggal 22 Desember 2025, Dinas Kesehatan Kota Cirebon telah
melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Join Risk Assessment (JRA) bertempat di Ruang Graha Husada II Dinas
Kesehatan Kota Cirebon. Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi ini dihadiri oleh :
- Lurah Se-Kota Cirebon
- Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Cirebon
- Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Cirebon
- Tim Kerja Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Keluarga (P2PTM Kesga) Dinas Kesehatan Kota Cirebon
- Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Pengembangan Dinas Kesehatan Kota Cirebon
- Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Cirebon
- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon
- Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon
- Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon
- Petugas Surveilans Epidemiologi Puskesmas Se-Kota Cirebon
- Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Se-Kota Cirebon

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Cirebon yaitu dr. Hj. Sulfianty Irfan, MM serta dihadiri juga oleh Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Cirebon yaitu Ramli, SKM. Dalam kata sambutan serta pembukaan kegiatan ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Cirebon menyampaikan bahwa Join Risk Assessment (JRA) merupakan pendekatan penilaian risiko kesehatan masyarakat yang dilakukan secara kolaboratif lintas sektor dengan mengintegrasikan data surveilans kesehatan, data lingkungan, data permukiman, data infrastruktur, serta informasi sosial kewilayahan. Melalui JRA, setiap sektor dapat memahami hubungan sebab-akibat antara faktor risiko yang berada dalam kewenangannya dengan dampak kesehatan yang terjadi di masyarakat, sehingga penentuan prioritas masalah dan intervensi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Pelaksanaan kegiatan Join Risk Assessment (JRA) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bersama mengenai konsep dan tahapan Join Risk Assessment (JRA) sebagai pendekatan penilaian risiko kesehatan masyarakat berbasis wilayah yang dilaksanakan secara kolaboratif lintas sektor. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana koordinasi dan penyamaan persepsi antar pemangku kepentingan terkait peran dan tanggung jawab masing-masing sektor dalam pengendalian faktor risiko kesehatan masyarakat.

- Informasi Penambahan Kasus-Kasus Penyakit Infeksi Emerging Secara Global s.d Minggu Epidemiologi ke-50 Tahun 2025.
- Situasi Kasus-Kasus Penyakit Infeksi Emerging yang Terjadi secara Global dan di Indonesia s.d Minggu Epidemiologi ke-50 Tahun 2025.
- Definisi Join Risk Assessment (JRA) serta Emerging Infectious Disease (EID).
- Waktu Pelaksanaan Join Risk Assessment (JRA).
- Manfaat Join Risk Assessment (JRA).
- Peran Join Risk Assessment (JRA) dalam Emerging Infectious Disease (EID).
- Langkah-Langkah Proses Join Risk Assessment (JRA).
- Alur Hubungan Antara Join Risk Assessment (JRA) dengan Emerging Infectious Disease (EID).
- Contoh Penerapan Join Risk Assessment (JRA) pada salah satu kasus zoonosis yaitu Leptospirosis.
- Peran Lintas Sektor dalam Pelaksanaan Join Risk Assessment (JRA).
Selain sesi materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi bersama terkait penerapan Join Risk Assessment (JRA) di lapangan serta peran dari masing-masing lintas sektor. Selain itu, disepakati pula perlunya penetapan wilayah prioritas bersama serta penguatan peran Puskesmas dan Kelurahan sebagai ujung tombak pelaksanaan intervensi dan pemberdayaan masyarakat di tingkat lapangan.

Sebagai hasil dari kegiatan ini, terbangun komitmen lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan Join Risk Assessment (JRA) secara berkelanjutan dan menjadikan hasil JRA sebagai dasar dalam perencanaan serta pelaksanaan program dan kegiatan masing-masing sektor. Diharapkan melalui sinergi lintas sektor yang semakin kuat, upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko kesehatan masyarakat di Kota Cirebon dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terpadu, dan berdampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat khususnya di Kota Cirebon.



Terkini
Terpopuler