Pelaksanaan On The Job Training (OJT) Penyakit Leptospirosis di Kota Cirebon Tahun 2026
Pelaksanaan On The Job Training (OJT) Penyakit Leptospirosis di Kota Cirebon Tahun 2026
Cirebon - Pada tanggal 06 Mei 2026, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan On the Job Training (OJT) Penyakit Leptospirosis di Kota Cirebon sebagai upaya meningkatkan kualitas serta penguatan dan sistem respon Kejadian Luar Biasa (KLB) serta peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan dalam pelaksanaan surveilans epidemiologi, deteksi dini, investigasi, serta penanggulangan penyakit leptospirosis. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis yang berpotensi menimbulkan peningkatan kasus maupun Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah Kota Cirebon. Kegiatan OJT ini dilaksanakan atas dasar Kota Cirebon menjadi salah satu kota di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah peningkatan kasus yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan jumlah 12 kasus serta 1 kasus meninggal.

Kegiatan On the Job Training (OJT) penyakit leptospirosis ini diikuti oleh petugas surveilans epidemiologi Puskesmas dan Rumah Sakit se-Kota Cirebon, pengelola program zoonosis Dinas Kesehatan, Petugas Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan, serta lintas program terkait di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Cirebon. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembinaan teknis dan pendampingan langsung terkait tata laksana kasus, surveilans leptospirosis, definisi operasional kasus, investigasi, pencatatan dan pelaporan kasus, analisis data, serta langkah respon cepat dalam penanggulangan kasus leptospirosis.

Selain penyampaian materi teknis, kegiatan juga dilaksanakan dengan diskusi kasus guna meningkatkan pemahaman peserta terhadap pelaksanaan surveilans berbasis lapangan. Peserta melakukan identifikasi faktor risiko lingkungan, pengamatan potensi sumber penulara sebagai bagian dari penguatan kemampuan teknis dalam pengendalian penyakit leptospirosis.


Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), ketepatan pelaporan kasus, serta koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam mendukung pengendalian penyakit zoonosis di daerah. Melalui kegiatan OJT ini diharapkan tenaga kesehatan di Kota Cirebon semakin siap dan mampu melaksanakan deteksi dini, penemuan kasus, investigasi epidemiologi, serta penanggulangan leptospirosis secara cepat, tepat, dan terintegrasi guna melindungi kesehatan masyarakat dari risiko penularan penyakit leptospirosis.


Terkini
Terpopuler