Berita

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon serta Penanggulangan Kasus KLB Campak Kota Cirebon Tahun 2026

27 April 2026
DINAS KESEHATAN
155
Bagikan ke
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon serta Penanggulangan Kasus KLB Campak Kota Cirebon Tahun 2026

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini & Respon serta Penanggulangan Kasus KLB Campak Kota Cirebon Tahun 2026


Cirebon - Pada tanggal 23–24 April 2026, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK) dan Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta penanggulangan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kota Cirebon Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan surveilans epidemiologi, sistem pelaporan kewaspadaan dini, respon penanggulangan kasus, serta pelaksanaan program imunisasi dalam upaya pengendalian KLB Campak di Kota Cirebon.

GambarGambar

Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan melalui pertemuan koordinasi, telaah data surveilans dan imunisasi, pembinaan teknis, serta kunjungan lapangan bersama Dinas Kesehatan Kota Cirebon ke Puskesmas Pegambiran dan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pembahasan mengenai perkembangan kasus campak, ketepatan dan kelengkapan pelaporan SKDR, investigasi epidemiologi, pelaksanaan penemuan kasus aktif, tata laksana kasus, serta upaya respon cepat dalam penanggulangan KLB Campak.

GambarGambarGambarGambar

Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan penguatan terkait optimalisasi sistem kewaspadaan dini dan respon melalui peningkatan kualitas surveilans berbasis indikator dan kejadian, ketepatan pelaporan kasus, serta penguatan koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam mendukung deteksi dini dan respon cepat terhadap kasus campak. Sementara itu, Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan evaluasi terhadap capaian imunisasi rutin dan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela serta pelaksanaan Catch Up Campaign (CUC) Campak-Rubela, termasuk kesiapan logistik vaksin, rantai dingin (cold chain), validitas sasaran, serta strategi sweeping sasaran guna meningkatkan cakupan imunisasi di wilayah risiko tinggi

Gambar

Selain itu, dalam kegiatan ini juga dibahas strategi percepatan pengendalian KLB Campak dan pencabutan status KLB melalui optimalisasi pelaksanaan ORI, penguatan edukasi kepada masyarakat, peningkatan cakupan imunisasi, pengawasan perkembangan kasus baru, serta monitoring berkelanjutan terhadap pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini & Respons (SKDR) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Tim Kementerian Kesehatan RI juga memberikan arahan teknis dan rekomendasi sebagai langkah penguatan sistem kewaspadaan dini dan peningkatan kapasitas respon daerah dalam menghadapi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Direktorat Imunisasi menekankan pentingnya kolaborasi lintas program dan lintas sektor guna meningkatkan cakupan imunisasi dan memutus rantai penularan campak di Kota Cirebon.

Dalam rangka percepatan penanggulangan KLB Campak di Kota Cirebon serta pencabutan status KLB, Direktorat Imunisasi turut mendorong optimalisasi pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela, peningkatan cakupan imunisasi hingga mencapai target yang ditetapkan, penguatan surveilans kasus berbasis fasilitas pelayanan kesehatan, penemuan kasus aktif, serta monitoring ketat terhadap perkembangan kasus baru di masyarakat. Selain itu, dilakukan penguatan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat untuk mendukung percepatan pengendalian penularan campak sehingga status KLB dapat segera dicabut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Gambar

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta penanggulangan KLB Campak di Kota Cirebon dapat berjalan lebih optimal, cepat, terintegrasi, dan berkesinambungan sehingga mampu menekan penularan kasus serta meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok rentan.

Gambar

Bagikan ke
Hari Jadi Kota Cirebon ke-599