Berdasarkan data dari WHO Tahun 2020 Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TBC di seluruh dunia, Menurut WHO dalam Global TB Report tahun 2021, saat ini Indonesia berada peringkat ketiga dunia sebagai penyumbang penderita Tuberkulosis terbanyak setelah India,dan China dengan estimasi insiden sebesar 824.000 kasus atau 301 per 100.000 penduduk dan mortalitas 92.000 atau 34 per 100.000 penduduk (selain TB HIV).

Di Jawa Barat, sebagai provinsi dengan beban Tuberkulosis tertinggi di Indonesia, terdapat 82.931 kasus yang ditemukan dan diobati pada tahun 2020. sedangkan untuk tahun 2021, sampai akhir paruh pertama Jawa Barat menemukan 35.018 kasus (Monev dan validasi data program Tuberkulosis tahun 2021).

Kota Cirebon merupakan salah satu kota dengan angka kejadian Tuberkulosis yang cukup tinggi. Jumlah kasus Tuberkulosis di Kota Cirebon tahun 2017 sebanyak 1.402, tahun 2018 sebanyak 1.429 kasus, tahun 2019 sebanyak 1.670 kasus, tahun 2020 sebanyak 1.371 kasus dan terdapat peningkatan di tahun 2021 sebanyak 1.712 Kasus (SITB, tanggal 21 Januari 2022). Tingginya kasus Tuberkulosis di Kota Cirebon hingga akhirnya ditetapkan sebagai peringkat ke-2 di Provinsi Jawa Barat setelah Kota Sukabumi.

Angka capaian keberhasilan pengobatan Kota Cirebon Tahun 2021 dengan persentase 90% dari target 90%, pasien gagal dalam pengobatan sejumlah 1%, pasien meninggal 2%, pasien putus berobat sebanyak 5% dan pasien tidak evaluasi/pindah sejumlah 2% pasien yang sudah di evaluasi sebanyak 98%. Keberhasilan ini menggambarkan kinerja fasilitas Kesehatan di Kota Cirebon dan implementasi Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Kota Cirebon Tahun 2018-2022 yang sudah melibatkan semua pihak terkait. Dengan strategi sebagai berikut :

1.     Penguatan Kepemimpinan Program Tuberkulosis Kota Cirebon.

2.    Peningkatan Akses Layanan TOSS-TB Yang Bermutu.

3.    Pengendalian Faktor Resiko.

4.    Peningkatan Kemitraan Melalui Forum Koordinasi Tuberkulosis.

5.    Peningkatan Kemandirian Masyarakat dalam Penanggulangan Tuberkulosis.

6.    Penguatan manajemen Program melalui Penguatan Sistem Kesehatan

Dinas Kesehatan Kota Cirebon pada tanggal 31 Desember 2021 mengadakan acara Gerakan Serentak Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (Gertak Toss TB)

Tujuan menyelenggarakan acara tersebut diantaranya

1.   Memperkuat komitmen semua pihak untuk berperan dalam upaya program pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis

2.   Menempatkan Tuberkulosis sebagai isu utama semua sektor di setiap tingkatan

3.   Memperkuat komitmen dan kepemilikan semua pihak untuk berperan dalam upaya program pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis

4.   Meningkatkan Isu Strategis Tuberkulosis di Kota Cirebon, baik dikalangan Pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

Untuk Narasumber dialog interaktif yang hadir dalam acara tersebut terdiri dari Wakil Wali Kota Cirebon, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cirebon, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan pengembangan Daerah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah, dan Bapak Rudi Triyana sebagai pendamping tim penyusunan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis di Kota Cirebon. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu 300 peserta dari instansi pemerintahan di wilayah Kota Cirebon dan pihak swasta.

Dalam kegiatan Gerakan Serentak Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis ini juga dilaksanakan pengukuhan Surat Keputusan Wali Kota Cirebon tentang Koalisi Organisasi Profesi Tuberkulosis dan Kelompok Kerja Tuberkulosis Tingkat Kelurahan serta pemberian simbolis bantuan untuk penderita Tuberkulosis di Kota Cirebon.

Leave a Reply

Your email address will not be published.